PosCintaTribu7e

Surat Ketujuh; Maacih Bosque~

Kepada seluruh jajaran orang-orang hebat di Kantor Pos Cinta. Kutulis surat ketujuh dari tujuh suratku ini untuk kalian sebagai rasa terima kasihku sebab akhirnya, salah satu keinginan kecilku untuk berpartisipasi dalam program #30HariMenulisSuratCinta terwujud.

poscinta

Hai bosque~  Continue reading “Surat Ketujuh; Maacih Bosque~”

Advertisements
PosCintaTribu7e

Surat Keenam; What Are You Made From?

Kepadamu, spektrum berwujud kembar yang bagi banyak orang adalah wujud kejahatan paling hakiki. Spektrum yang tak pernah biasa saja, antara selalu beruntung atau selalu sial. Spektrum dengan karunia berwujud kesalahan, meskipun hanya dengan diam. Kutulis surat keenam dari tujuh suratku ini untukmu sebagai bentuk kekesalan sebab diciptakannya spektrum sepertimu. Surat untukmu ini berisi banyak sekali kekesalan, dan kamu harus bertanggung jawab atas semuanya.

rasi-gemini
rasi bintang gemini

What are you made from? Sebenarnya kamu ini diciptakan dari apa? Mereka yang diciptakan dari api saja tidak sejahat kamu. Atau aku ganti saja pertanyaannya; kenapa Tuhan menciptakan spektrum sepertimu hha? Kuyakin iblis pun kecewa saat kejahatannya terkalahkan olehmu. Ambisimu terhadap suatu hal begitu keterlaluan. Kamu menyiksa dirimu dalam keadaan lapar, mengantuk, dan lelah demi sesuatu yang sedang kamu kerjakan. Kamu menolak tidur nyenyak atau bahkan bisa menelan/menikmati makanmu sebelum pekerjaanmu selesai. Ini sesuatu yang bagus, tapi tidaklah lucu bila kamu mendadak pingsan atau mati hanya karena hal-hal receh semacam itu. Dewasalah, bahwasannya kamu harus berdamai dengan banyak hal. Termasuk dengan dirimu sendiri.

Setelah iblis, ada satu makhluk lagi yang kecewa atas keberadaanmu. Dia adalah bunglon. Kupikir satu-satunya makhluk yang bisa berubah-ubah hanyalah bunglon. Tapi ternyata pemikiran itu salah besar. Keahlianmu dalam merubah sikap ini menjengkelkan sekali. Dalam satu kesempatan, kamu selalu menegaskan bahwa kamu begitu membenci ketergesaan, sesuatu hal yang mendadak, atau jadwal-jadwal yang tak terkira. Lalu di lain kesempatan, kamu membuat janji temu dengan orang lain secara tiba-tiba dengan tenggat waktu yang sangat singkat dan seperti biasa, dengan ambisimu yang begitu besar, kamu memaksa sesuatu itu harus terjadi.  Kamu pikir orang-orang tidak memiliki kepentingan lain? Kamu pikir orang-orang harus selalu mengikuti kehendakmu hha?

Selain berubah-ubah, kamu ini tidak jelas, plin-plan! Dengan mereka, kamu bisa seperti itu. Dengan kami, kamu bisa seperti ini. Dengan orang lain lagi kamu berubah lagi. Kamu tidak punya pendirian hha? Jangan-jangan kamu ini biangnya penjilat? Ohh atau kamu berusaha baik terhadap semua orang agar kamu aman? Kamu berubah-ubah agar kamu bisa membuat semua orang nyaman denganmu? Ayolah, kamu bukan malaikat. Bertindaklah sebagaimana dirimu sendiri.

Tapi kamu hebat, kamu bisa menciptakan sesuatu dan menghancurkannya dalam waktu yang bersamaan. Iya, itu semua akibat ambisi dan keposesifan yang kamu miliki. Rasakan!

Kamu didatangi banyak orang bermasalah untuk dimintai bantuan menyelesaikan masalah mereka. Iya, ini kehebatanmu yang lain. Kemampuanmu menganalisa membuatmu mampu menyelesaikan masalah mereka. Kamu mampu menjadi penetral/penengah dan pemberi saran yang sangat solutif bagi mereka. Tapi ironisnya, kamu sering gagal menyelesaikan masalahmu sendiri. Kamu sering dilanda kebuntuan dalam masalahmu. Lagi-lagi ini akibat sifatmu sendiri, keras kepala dan keras hati. Kamu selalu mencari pelarian  akibat badai yang melandamu tak kunjung reda, egois! Di luar saja kamu hebat, selalu ceria, selalu berhasil membawa suasana jadi menyenangkan. Tapi ketika sendirian, kamu rapuh!

Temanmu banyak, itu karena kepandaianmu memikat orang-orang untuk mau berteman denganmu. Manipulatif! Itu hanya di luaran saja agar kamu tetap dianggap baik kan? Padahal kamu sangat pemilih. Untuk sekadar berbelanja saja kamu lebih memilih sendiri daripada meminta ditemani orang lain hanya karena merasa tidak ada yang cocok untuk diajak berbelanja.Sok sekali kamu.

Kamu ini makhluk paling pamrih, mengaku sajalah. Di mulut saja kamu sering bilang tak kenal sosok pamrih, melakukan banyak kebaikan secara diam-diam, padahal hihh. Ini dari kebiasaanmu mengeluh. Kamu selalu mengusahakan untuk selalu ada untuk teman-temanmu yang membutuhkan. Kamu selalu memaksakan diri untuk selalu bisa memberi bantuan. Lalu pada suatu ketika kamu membutuhkan bantuan, tidak ada satupun yang datang kepadamu. Lagi-lagi kamu dipaksa untuk sendiri, dan kamu selalu mengeluhkan ini. Apa ini bukan pamrih namanya hha?

Tidak sedikit yang mengatakan kalau kamu ini simbol kecerdasan, memiliki banyak akal, pandai berkomunikasi dan berbahasa yang baik, memiliki kemampuan berkembang dan belajar yang tinggi, memiliki pemikiran cemerlang dan lihai menganalisa sesuatu. Tapi semua itu percuma karena kamu masih mudah dikendalikan mood dan perasaanmu. Kamu sering menghakimi dirimu sendiri dengan kata-kata, “Jangan sekalipun berniat mengecewakan aku atau kamu akan sulit mendapatkan maaf dariku.” Heleh, siapa kamu hha?

Kamu terlahir dengan karunia berupa ke-peka-an rasa. Kamu sangat sensitif terhadap banyak hal. Bahkan ketika seseorang datang untuk meminta saran padamu, sebelum dia berkata-kata pun, kamu sudah mengetahu permasalahan dan solusinya. Sakti sekali. Tapi karena kelebihanmu ini, kamu seringkali tak berguna sebab kamu berusaha hanya melihat tanpa sedikit pun mau membantu. Mereka yang tidak datang kepadamu, bukan berarti tidak membutuhkanmu. Apa kamu mau berusaha sok tidak mencampuri urusan orang lain? Sifatmu yang satu ini juga selalu berhasil membunuh dirimu sendrii, iya kan? Terhadap orang-orang di sekitarmu, kamu selalu berhasil mengetahui hal-hal yang seharusnya tidak kamu ketahui. Kamu pikir ini hebat?

Kamu selalu mengancam perihal kepercayaan, bahwasannya kamu tidak akan menaruh percaya lagi terhadap siapa-siapa yang sudah berbohong terhadapmu. Kenyataannya, kamu satu-satunya spektrum dengan keahlian berbohong paling tinggi. Kepandaianmu menempatkan diri dalam bersikap adalah pendukungnya. Bangkai yang kamu sembunyikan tak pernah tercium siapapun. Kamu selalu berdalih dan melakukan pembelaan-pembelaan agar pembenaranmu dipercaya. Lagi-lagi dengan kecerdasanmu berkomunikasi, orang-orang mempercayaimu. Munafik!

Kamu tidak takut akan apapun? Bohong! Dengan dirimu sendiri saya kamu merasa sangat ketakutan. Kamu selalu merasa tersaingi, bahkan dengan dirimu sendiri? Makhluk macam apa kamu ini?

Banyak pendapat bahwa dicintai kamu atau berpasangan denganmu adalah suatu keberuntungan. Tapi sialnya mereka lebih sering meninggalkanmu dengan alasan yang kamu anggap tidak realistis, “KAMU TERLALU BAIK UNTUK SAYA~”. Ini sangat relaistis, mereka tahu benar akan sifatmu yang selalu berusaha baik terhadap semuamya. Kamu selalu menaruh pikiran positif pada semua hal yang mengakibatkan kamu lebih sering ditinggalkan dan hanya dimanfaatkan. Kamu selalu menyalahkan mereka yang meninggalkan dan melakukan pembenaran bahwa sifatmu itu baik-baik saja. Sifatmu yang selalu berusaha baik dan sok menjadi malaikat itu tidak merugikan dan baik-baik saja. Salah! manusiawi sajalah seperti yang lain. Usahamu untuk menjadi berbeda tidak akan berhasil.

Kamu selalu menobatkan dirimu sebagai -yang paling setia-, kesetiaanmu itu adalah hil yang mustahal. Katakan saja bahwa itu adalah pembelaan terhadap dirimu yang tak mampu beranjak dari masa lalu. Keahlianmu dalam menyimpan kenangan dan merawat ingatan membuatmu sulit menerima hal-hal baru yang sebenarnya bisa membuatmu menjadi lebih baik lagi. Disinilah kamu mulai memerankan kebohonganmu. Kamu mengatakan bahwa kamu sudah berpindah, tapi di kesempatan yang ada, kamu masih sering bermain-main ke tempat yang lama. Katamu bukan apa-apa selain hanya mengenang, padahal kamu sangat merindukannya. Ini menyebalkan.

Sesungguhnya kekesalanku terhadapmu masih menggunung. Spektrum semacam kalian ini seharusnya dimusnahkan agar perdamaian dunia terjaga keseimbangannya. Sudahlah, aku lelah. Toh keluhanku ini tak akan berguna sama sekali.

dari aku, gadis yang sedang berusaha jujur dan aku yakin dalam hati kalian, aku sedang berbohong dan kalian tidak mempercayainya.

dari aku, gadis yang sedang berusaha berpindah dan kalian sedang menertawakanku.

dari aku, gadis yang masih sangat keras hati dan kepala.

dari aku, gadis yang penuh dengan kesalahan.

dari aku, gadis yang entah beruntung atau sial karena terlahir dalam spektrum kembar.

dari aku, gemini yang cukup beruntung.

PosCintaTribu7e

Surat Keempat; Untuk Peri Suara dari Pantai Selatan

Kepadamu yang kunobatkan sebagai Peri Suara dari Pantai selatan. Kutulis surat keempat dari tujuh suratku ini, sebagai wujud syukur terhadap Sang Maha Esa atas diciptakannya makhluk se-syahdu kamu. Maka aku pun perlu mengabarkan pada seluruh penduduk semesta raya melalui surat ini bahwa mereka harus tau akan keberadaanmu, benar adanya…

20170211_153551

“Pemuda biasa, hidupnya selalu berdengung dipenuhi suara” selalu seperti itu katamu. Tapi bagiku, kamu adalah Peri Suara yang memiliki kekuatan magis dalam hatimu. Iya, aku memutuskan untuk menobatkanmu sebagai Peri Suara. Entah ramuan apa yang Tuhan berikan saat menciptakanmu hingga kamu pun memiliki kemampuan luar biasa untuk menciptakan suara-suara tak biasa. Kalau sebelumnya aku mengagumi Jonas Bjerre dan Jonsi secara berlebihan, maka setelah mengenalmu, kamu ada satu tingkat di atas mereka.

Beberapa tahun silam, aku mendapat kabar dari seorang teman akan kejeniusanmu. Menciptakan instrumen, kadang kau tambahkan lirik-lirik pedih nan syahdu di dalamnya. Setelah itu, aku rajin mengikuti update dari halaman soundcloud milikmu. Kabar bahagianya lagi, saat kamu berkesempatan mengerjakan sebuah projek bersama Banda Neira, ini mengagumkan. Duet antara Sekar dan Nanda saja sudah memiliki kekuatan magis yang mampu meluluhkan semesta. Ditambah lagi dengan kemampuanmu? Oh, semua orang harus bersiap menyublim saat mendengar kolaborasi kalian.

Mungkin ini terkesan berlebihan, tapi harus aku (dan mereka semua) akui bahwa keberadaanmu adalah berkah sekaligus petaka. Berkah sebab karya-karyamu begitu mengagumkan. Petaka sebab karya-karyamu ini -entah kenapa- pas sekali untuk kami para tak dianggap. Kami seringkali dengan pasrah tenggelam dalam instrumen-instrumen yang kamu ciptakan. Pada bagian lagu dengan lirik pun, pas sekali dengan apa yang kami alami. Jadi kami merasakan keterikatan dengan karya-karyamu. Ditambah lagi kecerdikanmu dalam membuat judul instrumen atau lagu, itu membuat orang begitu tertarik untuk mendengarnya. Kemudian setelahnya, akan ketagihan dan memutuskan untuk memutarnya berulang-ulang.

pep
Febriann Mohammad / @matisyahdu

Aku kira besok, ternyata kemarin. Selamat merayakan hari lahir wahai kau Peri Suara dari Pantai Selatan. Tak hanya Bantul, kuyakin semesta begitu bangga memilikimu. Salah satu harapanku dalam kehidupan ini adalah adanya perhelatan tunggal untuk karya-karyamu. Ayolah buat satu panggung khusus agar kami semua bisa tenggelam bersamamu, ini sesungguhnya permintaan, hehe. Barakallahu fii umrik Mas Pep ^,^

dari aku, gadis yang masuk dalam kategori “tak dianggap” yang berteman baik dengan kesyahduan musikmu.

 

 

 

 

NB:

  1. Surat ini ditujukan untuk Febriann Mohammad (@matisyahdu)
  2. Dengarkan karya-karya beliau di soundcloud Layur.
  3. Surat ini dibuat dengan iringan lagu beliau berjudul Sungai dengan mode endless repeat.
PosCintaTribu7e

Surat Ketiga; Untuk Yang Selalu Meninggalkan Tanpa Alasan.

Kepada kamu yang entah dengan segaja atau tidak, memiliki naluri kejam semacam ini. Kutulis surat ketiga dari tujuh suratku ini, sebagai bentuk kekecewaan bahwasannya ditinggalkan -tanpa alasan- saat sedang cinta-cintanya atau ditinggalkan -tanpa alasan- setelah sekian lama menjalin hubungan adalah salah satu perwujudan sakit yang sebenarnya. Maka, aku mengingatkan bahwa kalian pernah menjadi sebab tabah seseorang, namun kemudian menjelma luka yang mungkin akan masih terasa sakit meskipun sudah berusaha melupa…

life-of-pi-257
sumber: google

Berkiblat pada kisah Pi dan Richard Parker, kisah paling sakit yang pernah saya saksikan walaupun hanya melalui film. Kisah salah satu yang meninggalkan sepasang, tanpa alasan. Kisah ini seperti kita, aku dan kamu. Seperti kamu dan dia. Seperti mereka dan seseorang yang lain. Seperti yang terjadi pada banyak orang, kemarin, sekarang, dan masih akan terus terjadi.

Kalau aku boleh dan diijinkan bertanya, kenapa kamu harus meninggalkanku tanpa alasan? Kenapa secepat ini kau meninggalkanku? Kenapa harus aku? Dan masih banyak kenapa yang akan terus aku tanyakan sampai sekiranya aku mendapat jawaban meskipun jawaban-jawaban itu nantinya tak akan mengubah keadaan bahkan memperbaiki yang sudah rusak karena sebuah keegoisan, meninggalkan tanpa alasan/memutuskan secara sepihak/bertindak sendirian. Masih banyak kenapa yang akan terus aku tanyakan sampai akhirnya aku lelah dan melupakan semuanya.

Ini sama persis seperti Pi dan Richard Parker. Tadinya kita adalah dua keasingan yang akhirnya dipertemukan dalam satu masa yang menyebalkan. Seperti Pi dan Richard Parker, kita dihadapkan pada keadaan yang sama-sama sulit kemudian mau tidak mau kita harus sama-sama keluar dari masa sulit itu, bersama. Satu per satu badai datang pada kita dan dengan segala kemampuan yang kita miliki, kita dapat melaluinya. Masa-masa sulit dengan mudah kita lewati karena sudah terbiasa. Segala musim yang datang, kita mampu dan kuat bertahan. Sampai pada masa yang entah, kamu pergi tanpa alasan…

Aku tersakiti, sebab merasa apa yang telah kita lalui adalah kesia-siaan. Aku pernah merasa bahwa kamu adalah anugerah terindah yang dikirimkan semesta untuk kesendirianku. Aku menyayangimu. Aku mencintaimu. Aku merawatmu. Aku melindungimu. Aku memasrahkan segalanya untukmu. Untukmu, satu-satunya yang tak pernah mengeluh tentang kebodohanku. Tapi ternyata, kita adalah kesementaraan yang hanya akan kekal dalam ingatan. Tidak lebih.

Harus kusudahi surat ini, sebab aku tak mampu menahan bendungan air mata akibat satu ingatan yang membuat nyeri semua luka terasa kembali. Untukmu yang meninggalkanku tanpa alasan, tenanglah disana. Seperti Pi dan Richard Parker, mungkin tugasmu untuk bersamaku sudah selesai. Maka aku ikhlaskan kamu se-ikhlas-ikhlas-nya. Semoga kita bisa bertemu pada dunia yang lebih baik. Aku satu-satunya yang paling sakit atas kepergianmu. Aku tidak menemukan jasadmu, maka aku menganggap kau masih hidup meskipun entah dimana. Meskipun sedikit peluangnya, aku masih berharap kamu kembali padaku, pulang bersamaku…

20160112_170525

dari aku, gadis yang ditinggalkan -tanpa alasan- kucing kesayangannya yang sudah 4 tahun bersama…

dari aku, gadis yang ditinggalkan -tanpa alasan- seekor ular yang ditemukannya dalam keadaan sakit…

dari aku, gadis yang ditinggalkan -tanpa alasan- seorang pria yang dicintainya dengan keras kepala…

PosCintaTribu7e

Surat Kedua; Untuk Sang Penemu

Kepada siapapun kamu, seseorang dengan ide super cerdas sehingga terlintas di kepalamu untuk membuat sebuah penemuan berwujud video call. Kutulis surat kedua dari tujuh suratku ini untukmu sebagai perwakilan dari seluruh penduduk semesta raya atas penemuan yang patut dirayakan…

Hai kamu, penggagas fitur video call yang budiman. Sebenarnya bisa saja aku mencari tahu siapa dirimu melalui mesin pencari semacam Google, tapi rasa syukurku terhadap penemuanmu mengalahkan keingin-tahuanku terhadap siapa dirimu. Sesungguhnya kabar tentang adanya fitur itu sudah lama kudengar, namun apa daya telepon selulerku  (saat itu) yang belum memiliki kapasitas untuk melakukannya. Sampai pada November tahun lalu, aku melihat seorang teman sedang melakukan video call melalui aplikasi WhatsApp. Sungguh aku terkejut, sebab aku pun pengguna aktif WhatsApp, tapi kenapa aku belum bisa menggunakannya. Lalu aku disarankan untuk menguprgade ke WhatsApp versi terbaru. Alhamdulillah bisa!

Sebagai salah satu pelaku hubungan jarak jauh, penemuan ini adalah sebenar-benarnya obat rindu. Yah meskipun bukan obat yang paling mujarab, karena yang paling mujarab hanyalah pertemuan #tsahhh. Tapi paling tidak, kami bisa bertatap muka meskipun melalui sebuah perantara. Pabila rindu datang melanda, kami tidak perlu susah-susah menahan atau bahkan memendamnya karena itu hanya akan menambah sesak di dada. Cukup ambil telepon seluler dan melakukan panggilan secara voice atau video call, problem solved! Dengan mudah kami bisa bertukar kabar dengan keluarga kami yang tinggal di luar pulau, dengan kerabat jauh kami, dengan teman-teman baik kami, juga dengan urusan proyek-proyek kami.

Khususnya untuk aku yang gemar berbincang, dan kadang malas mengetik chat yang terlalu panjang, ini sangatlah bermanfaat. Untukku yang kadang terbangun di malam hari dan butuh teman berbincang. Untukku yang kadang secara tiba-tiba merindukan seseorang. Untukku yang kadang butuh pendapat dari orang lain tentang apa yang sedang aku kerjakan. Untuk aku yang kadang masih butuh seseorang untuk melunakkan kekerasan hati dan kepalaku. Untuk aku yang  senang berbagi cerita. Untuk aku yang masih sering dicari untuk sekadar mendengarkan keluhan teman-teman. Aku sangat berterima kasih atas penemuan ini, sungguh.

Sekali lagi kuucapkan terima kasih untuk siapapun kamu, penggagas fitur video call yang budiman, kau patut mendapat penghargaan dari seluruh penduduk semesta raya…

dari aku, gadis yang sedang melakukan hubungan jarak jauh dengan banyak orang…

PosCintaTribu7e

Surat Pertama; Hallo…

Kepada pria di sudut Pasar Kr.Ayu, kutulis surat pertama dari tujuh suratku ini untukmu. Maka kau cukup beruntung…

Aku memutuskan untuk menulis surat pertamaku ini untukmu sebab aku melihat kegigihanmu untuk tidak pernah absen menyapaku. Setiap hari aku ke pasar dan tepat jam 9 pagi aku melewati tokomu. Aku bohong, tidak setiap hari juga sih. Kalau aku ada jadwal kuliah, aku tidak ke pasar dan tidak melewati tokomu.

Aku merasa sedikit aneh denganmu, dan selalu mempertanyakan hal ini kepada diriku sendiri; kenapa kau selalu menyapaku dengan cara berbisik? iya ini aneh bagiku. Aku yang mungkin bisa dibilang anak pasar dan bertemu banyak pedagang, bertemu banyak pembeli, bertemu banyak orang yang ramah menjadi satu (di pasar), lalu bertemu kamu, laki-laki aneh yang selalu menyapaku dengan cara berbisik. Aku berteman baik dengan banyak pedagang, dengan banyak pembeli, dengan tukang parkir, bahkan banyak dari mereka sering bertanya kalau dalam beberapa hari aku tidak kelihatan di pasar. Ya, kami ramah sewajarnya, padahal sebelumnya kami tidak kenal. Tapi denganmu? aku merasa aneh…

Betapa tidak? Kau hanya menyapaku dengan cara berbisik. Dengan wanita muda lain yang lewat di depan tokomu, kau tidak melakukannya. Bahkan kau tidak menyapanya sama sekali. Kenapa hanya aku? Apa memang aku yang tidak pernah melihatnya? Tapi pernah suatu ketika, bahkan beberapa kali aku mengawasimu dari lantai atas, kau tidak juga melakukannya, tidak menyapa wanita muda lain yang lewat depan tokomu, pun dengan cara berbisik? Entahlah aku tidak mengerti

Hallo, aku hanya bisa membalas sapaanmu melalui surat ini. Surat yang tidak akan pernah mungkin sampai kepadamu, surat yang tidak akan  pernah mungkin kau baca. Aku juga ingin meminta maaf karena sedikit pun aku tak pernah berusaha membalas sapaanmu secara langsung. Jangankan membalas sapaanmu, menoleh kepadamu pun aku sama sekali tak punya niat.

Oiya, aku berpesan satu hal kepadamu; kalau kau memang berniat menyapaku, sapalah aku dengan sewajarnya. Misalnya dengan menawarkan barang yang dijual di tokomu, seperti yang dilakukan pedagang yang lain. Aku hanya takut kalau suatu ketika istrimu berprasangka buruk terhadapku hanya karena caramu yang menurutku salah.

 

 

Hallo, maaf aku hanya membalas sapaanmu dari sini.

dari aku, gadis yang selalu melewati tokomu jam 9 pagi.